Selasa, 31 Maret 2026

3. Manajemen Bandwidth Tingkat Lanjut: HTB (Hierarchical Token Bucket) & Priority Queuing

1. Apa Itu HTB (Hierarchical Token Bucket)?

HTB adalah metode pengantrean paket data yang memungkinkan kita membuat struktur hierarki (seperti pohon) untuk membagi bandwidth. Konsep utamanya adalah Sharing dan Borrowing (Berbagi dan Meminjam).

  • Sharing: Jika ada bandwidth sisa, bandwidth tersebut akan dibagi ke user lain.

  • Borrowing: Jika seorang user membutuhkan bandwidth lebih dan ada sisa dari "induknya", user tersebut boleh meminjamnya selama tidak mengganggu prioritas utama.


2. Parameter Utama dalam HTB

Anda harus menjelaskan tiga parameter krusial ini agar pembaca tidak salah dalam melakukan konfigurasi:

A. Limit-At (Guaranteed Bandwidth)

Ini adalah bandwidth terendah yang dijamin didapatkan oleh user dalam kondisi jaringan paling sibuk sekalipun.

  • Contoh: Anda memberikan Limit-At 1 Mbps untuk setiap pelanggan. Maka, seburuk apa pun kondisi trafik, mereka tetap akan mendapat 1 Mbps.

B. Max-Limit (Burst/Ceiling)

Ini adalah batas kecepatan maksimal yang bisa dicapai oleh user jika jalur sedang kosong (tidak ada beban lain).

  • Contoh: User langganan 5 Mbps, maka Max-Limit diset 5 Mbps. Mereka bisa menikmati kecepatan ini selama bandwidth induk masih tersedia.

C. Priority (Penentuan Kasta Paket)

Di MikroTik, prioritas berkisar dari 1 (Tertinggi) hingga 8 (Terendah).

  • Priority 1: Biasanya untuk DNS, ICMP (Ping), dan Game Online.

  • Priority 8: Biasanya untuk Download besar (IDM, Torrent) atau Update Windows.


3. Alur Kerja Konfigurasi (Step-by-Step)

Untuk mengimplementasikan HTB yang "zaman sekarang banget", Anda tidak bisa hanya pakai Simple Queue biasa. Anda harus menggunakan kombinasi Firewall Mangle dan Queue Tree.

Langkah 1: Marking Packet (Menandai Trafik)

Kita harus mengajari router cara membedakan mana trafik YouTube, mana Game, dan mana Browsing.

  1. Buka /ip firewall mangle.

  2. Gunakan fitur TLS-Host atau Layer7 Protocols (untuk v7 lebih disarankan menggunakan Raw/Address List) untuk menandai trafik.

  3. Berikan New-Packet-Mark, misalnya: paket_game, paket_sosmed, paket_streaming.

Langkah 2: Membangun Struktur Parent (Induk)

Buatlah "wadah" besar di Queue Tree.

  • Parent Total: Batas total bandwidth dari ISP (misal 100 Mbps).

  • Sub-Parent Browsing: Dialokasikan 30 Mbps.

  • Sub-Parent Game: Dialokasikan 20 Mbps (Diberi Priority 1).

Langkah 3: Eksekusi di Queue Tree

Masukkan semua packet-mark yang sudah dibuat ke dalam sub-parent yang sesuai. Di sinilah proses HTB terjadi. Jika jalur Game sedang sepi, bandwidth 20 Mbps milik Game bisa "dipinjam" oleh jalur Browsing secara otomatis.


4. Fenomena Bufferbloat & Solusi FQ-CoDel

Di era sekarang (2026), sekadar membatasi Mbps saja tidak cukup. Kita harus melawan Bufferbloat—kondisi di mana router menumpuk terlalu banyak antrean sehingga latency (ping) membengkak.

  • Solusi: Gunakan Queue Type FQ-CoDel atau Cake (tersedia di RouterOS v7).

  • Cara Kerja: Algoritma ini secara cerdas akan menjamin setiap aliran data (flow) mendapatkan giliran yang adil, sehingga video call tidak akan putus-putus meskipun ada yang sedang download di perangkat yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar